keutamaan berdoa
1.Do'a adalah ibadah berdasarkan firman Allah :
"Artinya : Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Kuakan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (Ghafir : 60).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syaikh Taqiyuddin Subki berkata :
Yang dimaksud doa dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat permohonan, dandayat berikutnya 'an 'ibaadatiy menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombongtidak mau berdoa.
Dengan demikian ancaman ditujukan kepada orang yang meninggalkan doakarena sombong
dan barangsiapa melakukan perbuatan itu, maka dia telah kafir.Adapun orang yang tidak berdoa karena sesuatu alasan, maka tidak terkena ancaman tersebut. Walaupun demikian memperbanyak doa tetap lebih baik daripadameninggalkannya sebab dalil-dalil yang menganjurkan berdoa cukup banyak. (Fathul Bari11/98).
Dari Nu'man bin Basyir bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Artinya : Doa adalah ibadah", kemudian beliau membaca ayat :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu".(Ghafir : 60).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata :
Sebaiknya hadits Nu'man di atas difahami secara arti bahasa, artinya berdoa adalah memperlihatkan sikap berserah diri danmembutuhkan Allah, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dantunduk kepada Penciptaserta merasa butuh kepada Allah. Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu".Dalam ayat ini orang yang tidak mau tunduk dan berserah diri kepadaAllah disebut orang-orang yang sombong,
sehingga berdoa mempunyai keutamaan di dalam ibadah, dan ancaman bagi mereka yang tidak mau berdoa adalah hina dina.(Fathul Bari 11/98).
Catatan :
Hadits yang berbunyi :
"Artinya : Doa adalah inti ibadah" (Hadits Dhaif) (DidhaifkanAl-Albani, Ta'liq 'ala Misykatul Masabiih 2/693 No. 2231)
2.Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata bahwasanya Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripadadoa".
(Sunan At-Timidzi, bab Do'a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do'a 2/341
No. 3874. Musnad Ahmad 2/362).
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits tersebut adalah tidak ada sesuatu ibadah qauliyah (ucapan) yang lebih mulia di sisiAllah daripada doa,sebab membandingkan sesuatu harus sesuai dengan substansinya. Sehingga pendapat yang mengatakan bahwa shalat adalah ibadah badaniyahyang paling utama sehingga hal ini tidak bertentangan dengan firman Allah."Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisiAllah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu".(Al-Hujurat : 13).
3.Allah murka terhadap orang-orang yang meninggalkan doa, berdasarkan hadits bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allahakan memurkainya". (Sunan At-Tirmidzi, bab Do'a 12/267-268).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata : "Makna hadits di atas yaitu barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan murka begitu pula sebaliknya Dia sangat senang apabiladiminta hamba-Nya". (Fathul Bari 11/98).
Imam Al-Mubarak Furi berkata bahwa orang yang meninggalkan doa berartisombong dan merasa tidak membutuhkan Allah.Imam At-Thaibi berkata bahwa Allah sangat senang tatkala dimintai
karunia-Nya,maka barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka berhak mendapat
murka-Nya.
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa permohonan hamba kepada Allahmerupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama, karena menghindar dari murka Allah adalah suatu yang menjadi
keharusan. (Mura'atul Mashabih 7/358)
4.Doa mampu menolak takdir Allah, berdasarkan hadits dari SalmanAl-Farisi Radhiyallahu 'anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ""Artinya : Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa". (SunanAt-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306)
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud adalah, takdir yang tergantung pada doa dan berdoa bisa menjadi sebabtertolaknya takdir karena takdir tidak bertolak belakang dengan masalah sebab akibat,boleh jadi terjadinya sesuatu menjadi penyebab terjadi atau tidaknyasesuatu yang lain termasuk takdir.Suatu contoh berdoa agar terhindar dari musibah, keduanya adalahtakdir Allah.
Boleh jadi seseorang ditakdirkan tidak berdoa sehingga terkena musibah dan seandainya dia berdoa, mungkin tidak terkena musibah, sehingga doa ibarat tameng dan musibah laksana panah. (Mura'atul
Mafatih 7/354-355).
Syaikh Utsaimin ditanya : "Kita sering mendengar orang berdoa :
Ya Allah kami tidak memohon agar takdir kami dirubah akan tetapi kami meminta kelembutan dalam takdir tersebut. Apakah doa tersebut dibolehkan .?"
Jawab :
Berdoa seperti itu dilarang dan haram sebab doa bisa merubah takdir seperti yang telah disebutkan dalam hadits di atas. Bahkan orang yang berdoa seperti itu menantang Allah dan seakanmengatakan :
"Ya Allah takdirkanlah kepadaku apa saja yang Engkau kehendaki tetapiberilah kelembutan dalam takdir tersebut".
Seharusnya orang yang berdoa berketetapan hati dalam doanya, seperti berdoa : Ya Allah kami memohon rahmat-Mu dan kami berlindungdari siksaan-Mu,dan doa semisalnya. Apabila seorang berdoa kepada Allah agar tidak dirubah takdirnya,maka apa manfaatnya sementara doa bisa merubah takdir, dan bisa jadi takdir tersebut hanya bisa berubah lantara doa. Yang penting doa tersebut di atas tidak boleh dan hendaknya dihindarkan serta barangsiapa yang mendengar doa seperti
itu sebaiknya menasehatinya. (Liqa' Babul Maftuh 5/45-46)
5.Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdoaberdasarkan hadits Nabi bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Artinya : Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa danorang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam". (Al-Haitsami, kitab Majma' Az-Zawaid. Thabrani, l-Ausath. Al-Mundziri,kitab At-Targhib berkata : Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkanAl-Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601).
Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud dengan 'Ajazu an-naasi adalahorang yang paling lemah akalnya dan paling buta penglihatan hatinya, dan yang dimaksud dengan Min 'ajzin 'an ad-dua'i adalah lemah memohonkepada Allah terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia meninggalkanperintah-Nya padahal berdoa adalah perkerjaan yang sangatringan.(Faidhul Qadir 1/556).
Ahli syair berkata :
Janganlah kamu meminta kepada manusia, memintalah kepada Dzat yangpintu-Nya tidak pernah tertutup.Allah akan murka jika engkau tidak meminta-Nya,sementara manusia marahjika sering diminta.
Syair di atas menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa yang lebih baiktidak berdoa.
6.Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan berdoa, barangsiapa yangmeninggalkan doa berarti menentang perintah Allah dan barangsiapa yang melaksanakan berarti telah memenuhi perintah-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku,danhendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran". (Al-Baqarah : 186).
Syaikh Sa'di mengatakan bahwa ayat di atas sebagai jawaban ataspertanyaan para sahabat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallammereka bertanya :
Wahai Rasulullah, apakah Allah dekat sehingga kami memohon denganberbisik-bisik ataukah Dia jauh sehingga kami memanggil-Nya denganberteriak ? Maka turunlah ayat Allah. Tafsir At-Thabari dan didhaifkan oleh ImamAhmad 3/481)."Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat".
Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat, Maha Mengetahui dan MahaMenyaksikan terhadap sesuatu yang tersembunyi, rahasia dan mengetahui perubahan pandangan mata serta isi hati.
Allah juga dekat dengan hamba-Nya yang meminta dan selalu sanggupmengabulkan permintaan.
Maka Allah berfirman : "Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoaapabila ia memohon kepada-Ku".
Doa adalah dua macam yaitu doa ibadah dan doa permohonan. Kedekatan Allah dengan hamba-Nya terbagi dua macam yaitu ;
kedekatan ilmu-Nya dengan setiap mahluk-Nya dan kedekatan denganhamba-Nya dalam memberikan setiap permohonan, pertolongan dan taufikkepada mereka.Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu' danberdoa sesuai dengan aturan syariat serta tidak ada penghalang diterima doa tersebut seperti makan makananyang haram atau semisalnya, maka Allah berjanji akan mengabulkan permohonan tersebut. Apalagi bila disertai hal-hal yang menyebabkan terkabulnya doa sepertimemenuhi perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya baik secara ucapan maupun perbuatan danyakin bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Maka Allah berfirman : "Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segalaperintah)Ku dan hedaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran".
Artinya orang yang berdoa akan berada dalam kebenaran yaitu
mendapatkan hidayah untuk beriman dan berbuat amal shalih serta terhindar dari kejahatan dan kekejian.(Tafsir As-Sa'di 1/224-225).
7.Imam Zarkasi berkata bahwa konsentrasi dalam berdoa sertamenunjukkan sikap rendah, tunduk,penghambaan dan merasa membutuhkan Allah adalah merupakan ibadah yang paling agung
bahkan demikian itu menjadi syarat sahnya ibadah.Allah berjanji akan memberikan pahala orang yang berdoa, meskipuntidak dikabulkan doanya.
8.Berdoa adalah menyibukkan diri untuk mengingat Allah sehingga timbul
dalam hati rasa pengagungan terhadap kebesaran Allah dan ingin kembali kepada-Nya berhenti dari maksiat. Sering mengetuk pintu mempunyai kesempatan besar untuk masuk, sehingga ada pepatah bahwa barangsiapa yang sering mengetuk pintu,maka suatu saat akan diberi izin masuk sehingga dikatakan :
"Diberi kesempatan berdoa lebih baik daripada diberi sesuatu".
9.Banyak berdoa bisa menghindarkan bencana dan musibah,
sebagaimana firman Allah yang mengkisahkan tentang Nabi Ibrahim'Alaihis Salam :
"Artinya : Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku". (Maryam :48)Dan firman Allah tentang Nabi Zakaria 'Alaihis Salam.
"Artinya : Ia berkata :'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku".((Maryam : 4) Al-Azhiyah fi Ahkamil Ad'iyah hal. 38-42).
10.Sebagian orang hanya berdoa sekali atau dua kali dan setelah merasa tidak dikabulkan, lalu berhenti berdoa. Jelas tindakan seperti itu adalah tindakan yang keliru bahkan dia harus terus menerus mengulangi doanya hingga Allah mengabulkannya.
Dari Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Do'a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ?Beliau menjawab : " Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa".Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Do'a 4/87).
Menurut Imam An-Nawawi yang dimaksud menyesal adalah meninggalkan doa.
(Syarh Shahih Muslim 17/52).
Maka seharusnya seorang hamba harus terus berdoa dan tidak boleh bosan serta merasa tidak dikabulkan doanya. Dalam ucapan : "Saya berdoa berkali-kali tetapi tidak dikabulkan".
Syaikh Al-Mubarak Furi mengatakan bahwa Syaikh Al-Qari berkata :
"Yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah tidak melihat hasil doa saya. Terkadang merasa doanya lambat dikabulkan atau putus asa dari berdoa dan keduanya tercela. Perlu diketahui, ada waktu tertentu untuk terkabulnya doa, sebagaimana yang diriwayatkan bahwa doa Musa dan Harun agar Fir'aundihancurkan oleh Allahbaru terkabul setelah empat puluh tahun. Adapun berputus asa dari rahmat Allah tidak akan terjadi kecuali atasorang-orang kafir". (Mura'atul Mafatih 7/348).
Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa di dalam hadits di atas terdapatetika berdoa
yaitu terus mengajukan permohonan dan tidak berputus asa dalam berdoa sebab demikian itu merupakan bagian dari sikap ketundukan danpenyerahan diri kepada Allah serta merasa membutuhkan Allah, oleh karena itu sebagian ulama salaf berkata : "Kami lebih takut dihalangi untuk berdoa daripada dihalangiterkabulnya doa".
Imam Ad-Dawudi berkata : "Dikhawatirkan orang yang mengatakan bahwadia selalu berdoa tetapi tidak dikabulkan maka doanya benar-benar tidak dikabulkan,atau benar-benar tidak dikabulkan penangguhan siksa akhirat ataupengampunan dosa-dosanya".
Imam Ibnul Jauzi berkata : Ketahuilah bahwa doa orang mukmin tidakmungkin ditolak,
boleh jadi ditunda pengkabulannya lebih baik atau digantikan sesuatu yang lebih maslahat dari pada yang diminta baik di dunia atau di akhirat. Sebaiknya seorang hamba tidak meninggalkan berdoa kepada Rabbnya sebab doa adalah ibadah yaitu ibadah penyerahan dan ketundukan kepada
Allah". (Fathul Bari 7/348)
Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa beliau berkata :
"Tatkala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena sihir orangYahudi bernama Lubaid bin A'sham, beliau berkata sehingga seakan-akan Rasulullah melakukan sesuatupadahal tidak melakukannya hingga pada suatu malam Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallamberdoa kemudian berdoa dan terus berdoa". (Shahih Muslim, kitab Salambab Sihir 7/14)
Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menekankan kepada setiaphamba tatkala tertimpa bencana atau musibah untuk memperbanyak doa dan terus berserah diri kepadaAllah. (Syarh Shahih Muslim 7/14).
Dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu 'anhu berkata bahwa tatkala sayamulai bertempur saat perang Badr saya kembali dengan cepat untuk melihat apa yang dikerjakan RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam, ternyata beliau sedang bersujud dan membaca :
Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, Wahai Dzat Yang Maha Hidupdan Maha Kekal,
kemudian saya kembali bertempur, lalu saya kembali lagi ke tempatRasulullah, saya temui beliau dalam keadaan sujud, kemudian saya kembali bertempurlalu saya kembali ke tempat beliau
dan saya temui masih membaca doa tersebut sehingga Allah memberikankemenangan".
(Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan Ibnu Hajar dalam FathulBari 11/98)
Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu bahwasanya RasulullahShallallahu'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di duniadengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu sayaakan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : '"Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta". (Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalamFathul bari 11/98).
11.Hadits yang berbunyi.
"Artinya : Allah mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalamberdoa". (Hadits Dhaif, Al-Albani berkata dalam Silsilah Dhaifah bahwa haditsini bathil 2/96-97).
Allahu`alam bish showab
Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia KesalahanDalam Berdoa, hal 43-47,
terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc.
"Artinya : Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Kuakan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (Ghafir : 60).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syaikh Taqiyuddin Subki berkata :
Yang dimaksud doa dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat permohonan, dandayat berikutnya 'an 'ibaadatiy menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombongtidak mau berdoa.
Dengan demikian ancaman ditujukan kepada orang yang meninggalkan doakarena sombong
dan barangsiapa melakukan perbuatan itu, maka dia telah kafir.Adapun orang yang tidak berdoa karena sesuatu alasan, maka tidak terkena ancaman tersebut. Walaupun demikian memperbanyak doa tetap lebih baik daripadameninggalkannya sebab dalil-dalil yang menganjurkan berdoa cukup banyak. (Fathul Bari11/98).
Dari Nu'man bin Basyir bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Artinya : Doa adalah ibadah", kemudian beliau membaca ayat :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu".(Ghafir : 60).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata :
Sebaiknya hadits Nu'man di atas difahami secara arti bahasa, artinya berdoa adalah memperlihatkan sikap berserah diri danmembutuhkan Allah, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dantunduk kepada Penciptaserta merasa butuh kepada Allah. Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu".Dalam ayat ini orang yang tidak mau tunduk dan berserah diri kepadaAllah disebut orang-orang yang sombong,
sehingga berdoa mempunyai keutamaan di dalam ibadah, dan ancaman bagi mereka yang tidak mau berdoa adalah hina dina.(Fathul Bari 11/98).
Catatan :
Hadits yang berbunyi :
"Artinya : Doa adalah inti ibadah" (Hadits Dhaif) (DidhaifkanAl-Albani, Ta'liq 'ala Misykatul Masabiih 2/693 No. 2231)
2.Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata bahwasanya Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripadadoa".
(Sunan At-Timidzi, bab Do'a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do'a 2/341
No. 3874. Musnad Ahmad 2/362).
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits tersebut adalah tidak ada sesuatu ibadah qauliyah (ucapan) yang lebih mulia di sisiAllah daripada doa,sebab membandingkan sesuatu harus sesuai dengan substansinya. Sehingga pendapat yang mengatakan bahwa shalat adalah ibadah badaniyahyang paling utama sehingga hal ini tidak bertentangan dengan firman Allah."Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisiAllah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu".(Al-Hujurat : 13).
3.Allah murka terhadap orang-orang yang meninggalkan doa, berdasarkan hadits bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allahakan memurkainya". (Sunan At-Tirmidzi, bab Do'a 12/267-268).
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata : "Makna hadits di atas yaitu barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan murka begitu pula sebaliknya Dia sangat senang apabiladiminta hamba-Nya". (Fathul Bari 11/98).
Imam Al-Mubarak Furi berkata bahwa orang yang meninggalkan doa berartisombong dan merasa tidak membutuhkan Allah.Imam At-Thaibi berkata bahwa Allah sangat senang tatkala dimintai
karunia-Nya,maka barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka berhak mendapat
murka-Nya.
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa permohonan hamba kepada Allahmerupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama, karena menghindar dari murka Allah adalah suatu yang menjadi
keharusan. (Mura'atul Mashabih 7/358)
4.Doa mampu menolak takdir Allah, berdasarkan hadits dari SalmanAl-Farisi Radhiyallahu 'anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ""Artinya : Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa". (SunanAt-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306)
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud adalah, takdir yang tergantung pada doa dan berdoa bisa menjadi sebabtertolaknya takdir karena takdir tidak bertolak belakang dengan masalah sebab akibat,boleh jadi terjadinya sesuatu menjadi penyebab terjadi atau tidaknyasesuatu yang lain termasuk takdir.Suatu contoh berdoa agar terhindar dari musibah, keduanya adalahtakdir Allah.
Boleh jadi seseorang ditakdirkan tidak berdoa sehingga terkena musibah dan seandainya dia berdoa, mungkin tidak terkena musibah, sehingga doa ibarat tameng dan musibah laksana panah. (Mura'atul
Mafatih 7/354-355).
Syaikh Utsaimin ditanya : "Kita sering mendengar orang berdoa :
Ya Allah kami tidak memohon agar takdir kami dirubah akan tetapi kami meminta kelembutan dalam takdir tersebut. Apakah doa tersebut dibolehkan .?"
Jawab :
Berdoa seperti itu dilarang dan haram sebab doa bisa merubah takdir seperti yang telah disebutkan dalam hadits di atas. Bahkan orang yang berdoa seperti itu menantang Allah dan seakanmengatakan :
"Ya Allah takdirkanlah kepadaku apa saja yang Engkau kehendaki tetapiberilah kelembutan dalam takdir tersebut".
Seharusnya orang yang berdoa berketetapan hati dalam doanya, seperti berdoa : Ya Allah kami memohon rahmat-Mu dan kami berlindungdari siksaan-Mu,dan doa semisalnya. Apabila seorang berdoa kepada Allah agar tidak dirubah takdirnya,maka apa manfaatnya sementara doa bisa merubah takdir, dan bisa jadi takdir tersebut hanya bisa berubah lantara doa. Yang penting doa tersebut di atas tidak boleh dan hendaknya dihindarkan serta barangsiapa yang mendengar doa seperti
itu sebaiknya menasehatinya. (Liqa' Babul Maftuh 5/45-46)
5.Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdoaberdasarkan hadits Nabi bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Artinya : Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa danorang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam". (Al-Haitsami, kitab Majma' Az-Zawaid. Thabrani, l-Ausath. Al-Mundziri,kitab At-Targhib berkata : Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkanAl-Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601).
Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud dengan 'Ajazu an-naasi adalahorang yang paling lemah akalnya dan paling buta penglihatan hatinya, dan yang dimaksud dengan Min 'ajzin 'an ad-dua'i adalah lemah memohonkepada Allah terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia meninggalkanperintah-Nya padahal berdoa adalah perkerjaan yang sangatringan.(Faidhul Qadir 1/556).
Ahli syair berkata :
Janganlah kamu meminta kepada manusia, memintalah kepada Dzat yangpintu-Nya tidak pernah tertutup.Allah akan murka jika engkau tidak meminta-Nya,sementara manusia marahjika sering diminta.
Syair di atas menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa yang lebih baiktidak berdoa.
6.Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan berdoa, barangsiapa yangmeninggalkan doa berarti menentang perintah Allah dan barangsiapa yang melaksanakan berarti telah memenuhi perintah-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku,danhendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran". (Al-Baqarah : 186).
Syaikh Sa'di mengatakan bahwa ayat di atas sebagai jawaban ataspertanyaan para sahabat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallammereka bertanya :
Wahai Rasulullah, apakah Allah dekat sehingga kami memohon denganberbisik-bisik ataukah Dia jauh sehingga kami memanggil-Nya denganberteriak ? Maka turunlah ayat Allah. Tafsir At-Thabari dan didhaifkan oleh ImamAhmad 3/481)."Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat".
Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat, Maha Mengetahui dan MahaMenyaksikan terhadap sesuatu yang tersembunyi, rahasia dan mengetahui perubahan pandangan mata serta isi hati.
Allah juga dekat dengan hamba-Nya yang meminta dan selalu sanggupmengabulkan permintaan.
Maka Allah berfirman : "Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoaapabila ia memohon kepada-Ku".
Doa adalah dua macam yaitu doa ibadah dan doa permohonan. Kedekatan Allah dengan hamba-Nya terbagi dua macam yaitu ;
kedekatan ilmu-Nya dengan setiap mahluk-Nya dan kedekatan denganhamba-Nya dalam memberikan setiap permohonan, pertolongan dan taufikkepada mereka.Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu' danberdoa sesuai dengan aturan syariat serta tidak ada penghalang diterima doa tersebut seperti makan makananyang haram atau semisalnya, maka Allah berjanji akan mengabulkan permohonan tersebut. Apalagi bila disertai hal-hal yang menyebabkan terkabulnya doa sepertimemenuhi perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya baik secara ucapan maupun perbuatan danyakin bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Maka Allah berfirman : "Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segalaperintah)Ku dan hedaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran".
Artinya orang yang berdoa akan berada dalam kebenaran yaitu
mendapatkan hidayah untuk beriman dan berbuat amal shalih serta terhindar dari kejahatan dan kekejian.(Tafsir As-Sa'di 1/224-225).
7.Imam Zarkasi berkata bahwa konsentrasi dalam berdoa sertamenunjukkan sikap rendah, tunduk,penghambaan dan merasa membutuhkan Allah adalah merupakan ibadah yang paling agung
bahkan demikian itu menjadi syarat sahnya ibadah.Allah berjanji akan memberikan pahala orang yang berdoa, meskipuntidak dikabulkan doanya.
8.Berdoa adalah menyibukkan diri untuk mengingat Allah sehingga timbul
dalam hati rasa pengagungan terhadap kebesaran Allah dan ingin kembali kepada-Nya berhenti dari maksiat. Sering mengetuk pintu mempunyai kesempatan besar untuk masuk, sehingga ada pepatah bahwa barangsiapa yang sering mengetuk pintu,maka suatu saat akan diberi izin masuk sehingga dikatakan :
"Diberi kesempatan berdoa lebih baik daripada diberi sesuatu".
9.Banyak berdoa bisa menghindarkan bencana dan musibah,
sebagaimana firman Allah yang mengkisahkan tentang Nabi Ibrahim'Alaihis Salam :
"Artinya : Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku". (Maryam :48)Dan firman Allah tentang Nabi Zakaria 'Alaihis Salam.
"Artinya : Ia berkata :'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku".((Maryam : 4) Al-Azhiyah fi Ahkamil Ad'iyah hal. 38-42).
10.Sebagian orang hanya berdoa sekali atau dua kali dan setelah merasa tidak dikabulkan, lalu berhenti berdoa. Jelas tindakan seperti itu adalah tindakan yang keliru bahkan dia harus terus menerus mengulangi doanya hingga Allah mengabulkannya.
Dari Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Do'a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ?Beliau menjawab : " Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa".Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Do'a 4/87).
Menurut Imam An-Nawawi yang dimaksud menyesal adalah meninggalkan doa.
(Syarh Shahih Muslim 17/52).
Maka seharusnya seorang hamba harus terus berdoa dan tidak boleh bosan serta merasa tidak dikabulkan doanya. Dalam ucapan : "Saya berdoa berkali-kali tetapi tidak dikabulkan".
Syaikh Al-Mubarak Furi mengatakan bahwa Syaikh Al-Qari berkata :
"Yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah tidak melihat hasil doa saya. Terkadang merasa doanya lambat dikabulkan atau putus asa dari berdoa dan keduanya tercela. Perlu diketahui, ada waktu tertentu untuk terkabulnya doa, sebagaimana yang diriwayatkan bahwa doa Musa dan Harun agar Fir'aundihancurkan oleh Allahbaru terkabul setelah empat puluh tahun. Adapun berputus asa dari rahmat Allah tidak akan terjadi kecuali atasorang-orang kafir". (Mura'atul Mafatih 7/348).
Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa di dalam hadits di atas terdapatetika berdoa
yaitu terus mengajukan permohonan dan tidak berputus asa dalam berdoa sebab demikian itu merupakan bagian dari sikap ketundukan danpenyerahan diri kepada Allah serta merasa membutuhkan Allah, oleh karena itu sebagian ulama salaf berkata : "Kami lebih takut dihalangi untuk berdoa daripada dihalangiterkabulnya doa".
Imam Ad-Dawudi berkata : "Dikhawatirkan orang yang mengatakan bahwadia selalu berdoa tetapi tidak dikabulkan maka doanya benar-benar tidak dikabulkan,atau benar-benar tidak dikabulkan penangguhan siksa akhirat ataupengampunan dosa-dosanya".
Imam Ibnul Jauzi berkata : Ketahuilah bahwa doa orang mukmin tidakmungkin ditolak,
boleh jadi ditunda pengkabulannya lebih baik atau digantikan sesuatu yang lebih maslahat dari pada yang diminta baik di dunia atau di akhirat. Sebaiknya seorang hamba tidak meninggalkan berdoa kepada Rabbnya sebab doa adalah ibadah yaitu ibadah penyerahan dan ketundukan kepada
Allah". (Fathul Bari 7/348)
Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa beliau berkata :
"Tatkala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena sihir orangYahudi bernama Lubaid bin A'sham, beliau berkata sehingga seakan-akan Rasulullah melakukan sesuatupadahal tidak melakukannya hingga pada suatu malam Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallamberdoa kemudian berdoa dan terus berdoa". (Shahih Muslim, kitab Salambab Sihir 7/14)
Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menekankan kepada setiaphamba tatkala tertimpa bencana atau musibah untuk memperbanyak doa dan terus berserah diri kepadaAllah. (Syarh Shahih Muslim 7/14).
Dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu 'anhu berkata bahwa tatkala sayamulai bertempur saat perang Badr saya kembali dengan cepat untuk melihat apa yang dikerjakan RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam, ternyata beliau sedang bersujud dan membaca :
Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, Wahai Dzat Yang Maha Hidupdan Maha Kekal,
kemudian saya kembali bertempur, lalu saya kembali lagi ke tempatRasulullah, saya temui beliau dalam keadaan sujud, kemudian saya kembali bertempurlalu saya kembali ke tempat beliau
dan saya temui masih membaca doa tersebut sehingga Allah memberikankemenangan".
(Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan Ibnu Hajar dalam FathulBari 11/98)
Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu bahwasanya RasulullahShallallahu'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di duniadengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu sayaakan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : '"Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta". (Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalamFathul bari 11/98).
11.Hadits yang berbunyi.
"Artinya : Allah mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalamberdoa". (Hadits Dhaif, Al-Albani berkata dalam Silsilah Dhaifah bahwa haditsini bathil 2/96-97).
Allahu`alam bish showab
Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia KesalahanDalam Berdoa, hal 43-47,
terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home